Selasa, 30 Oktober 2007
SEKILAS SMP 4 BANTUL
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor : 0260 / 0 / 1994 tanggal 5 Oktober 1994 di Bantul didirikan sekolah bernama Sekolah Menengah Pertamam (SMP 5) yang berlokasi di Jl. R.A. Kartini 46 Bantul Yogyakarta.
SMP 5 Bantul menempati gedung diatas tanah seluas 4968 M2 dengan status hak pakai dari pemerintah Yogyakarta yang dikenal sebagai tanah keraton, sebelumnya ditempati oleh STM Pertanian yang sekarang SMK 1 Pandak Bantul.
SMP 5 dirintis oleh guru dan karyawan SMT Pertanian Bantul (SMK 1 Pandak) dan dibawah naungan proyek Dikmenjur dengan sebutan SMP Pelaksanan Program Ketrampilan, secara kebetulan guru ada, fasilitas ada, maka SMP 5 dibuka pelaksanan program ketrampilan pertanian.
SMP 5 Bantul menempati gedung diatas tanah seluas 4968 M2 dengan status hak pakai dari pemerintah Yogyakarta yang dikenal sebagai tanah keraton, sebelumnya ditempati oleh STM Pertanian yang sekarang SMK 1 Pandak Bantul.
SMP 5 dirintis oleh guru dan karyawan SMT Pertanian Bantul (SMK 1 Pandak) dan dibawah naungan proyek Dikmenjur dengan sebutan SMP Pelaksanan Program Ketrampilan, secara kebetulan guru ada, fasilitas ada, maka SMP 5 dibuka pelaksanan program ketrampilan pertanian.
Berdasarkan SK Kakanwil Depdikbud Propinsi DIY nomor :0159/I.13/I/PTS/1994 tanggal 1 Juni 1994, SMP 5 mulai menyelenggarakan penerimaan siswa baru pada tahun ajaran 1994/1995 sebanyak 2 kelas (88 siswa). Pada saat itupenerimaan dilaksasnakan di SMP Negeri 1 Bantul, karena SMP 5 belum memiliki Kepala Sekolah. Kepala Sekolah dirangkap oleh SMP Negeri 1, demikian pula belum ada guru serta karyawan tetapnya. Sebagai pemangku jabatan Kepala Sekolah adalah Bapak Slamet Arinto sedang guru yang membantu dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar adalah Bapak Hardjono, BA., Ibu Suprapti, Ibu Dra. Tumiasih, Ibu Ir. Retna, Ibu Sri Mulyani dan staf TU Bapak Mugiyono, TH. Hartinah, Ibu Eni Purwanti.
Perkembangan pada bulan Desember 1995 SMP 5 mendapat drop/kiriman guru negeri dari angkatan baru sejumlah 27 orang saat ini sebagian menetap tugasnya, dan yang lain mutasi dan rotasi. Pada tahun ajaran berikutnya1995/1996 diijinkan menerima 3 kelas dengan program tambahan yakni ketrampilan kerajinan. Tewrnyata perhatian dari masyarakat yang tahu akan masa depan antusias sekali menyekolahkan anaknya ke SMP 5, terbukti peminat/pendaftarnya melebihi daya tampung/kebutuhan. Pada tahun 1997 Depdikbud mengadakan SK pendirianya 5 Oktober 1995. maka sampai saat ini tanggal 5 Oktober dijadikan hari jadi atau hari berdirinya SMP 4 Bantul. Sampai sekarang SMP 4 Bantul merupakan satu-satunya SMP di Kabupaten Bantul Sekolah Pelaksana Program Keterampilan yaitu Keterampilan Pertanian dan Kerajinan.
Foto Paduan Suara Siswi-Siswi SMP 4 Bantul
Senin, 29 Oktober 2007
Keadaan Kelas dengan Program Unggulan
Keadaan Kelas dengan Program Unggulan
Telah menjadi pemahaman bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga masyarakat. Pihak pemerintah telah berusaha menyediakan fasilitas untuk penyelenbggaraan pendidikan, diantaranya SMP 4 Bantul. Keberadaan SMP 4 Bantul rupanya telah mendapat dukungan dan perhatian masyarakat, karena dengan sumber daya manusia yang handal pengelola, guru, karyawan telah menghantarkan lembaga ini mampu bersaing dengan yang lain dengan berbagai kiat-kiat serta diwujudkan dalam kegiatan yang didorong oleh rasa ikhlas serta kesadaran tentang amanah maka kami semakin mandapat perhatian dan kepercayaan masyarakat. SMP 4 ini merupakan satu-satunya di Yogyakarta ini yang menyelenggarakan Program ketrampilan pertanian dan kerajinan. Peralatan dan tempat memadahi yang belum dimiliki oleh sekolah lainya guna menunjang anak memiliki etos kerja.MGMP Ketrampilan Batik juga pernah dilangsungkan baik teori maupun praktek di SMP 4 Bantul dengan pendamping guru SMP tersebut.
Pada awalnya PSB (penerimaan siswa baru) menggunakan sistem rayon kecamatan sehingga SMP yang umurnya muda selalu akan menerima lemparan dari sekolah lain atau paling tidak grade penerimaan paling rendah. Akibatnya SMP di tingkat kecamatan terjadi suatu kelas atas dan kelas bawah, hal ini akan mempengaruahi kualitas input siswa walaupun utnuk didesa tidak terjadi, karena sebagain orang berfikir praktis. Dekat dan aman dalam mengarahkan sekolah anaknya.
Pada tahun 1998 SMP 4 Bantul berusaha untuk menembus SD se kecamatan Bantul guna memperkenalkan Program ketrampila. Ternyata mendapat tanggapan yang posoitif pada PSB tahu tersebut. Ini terbukti dengan melimpahnya jumlah siswa yang ingin masuk di SMP 4.Bahkan SMP lain ada yang kekurangan siswa. Ternyata sebagian masyarakat belum faham betul tentang program ketrampilan yang dilaksanakan di SMP 4 Bantul. Masih ada sebagian anggapan bial siswa pulang sampai sore akan mempengaruhi kepandaian siswa. Pada kenyataannya siswa malah merasa senang dan bangga akan pelajaran ketrampilan yang mereka dapatkan. Mereka yang punya bakat dapat tersalurkan bakatnya dengan tidak mempengaruhi pelajaran akademiknya.
Tahun 2000 penerimaan peserta didik baru (PDSB) menggunakan sitem rayon terbatas, yaitu sekolah menyelenggarakan Penerimaan siswa baru secara mandiri dan terbatas, sedangkan pada tahun 2002 PSB telah bebas dari sistem rayon. Penerimaan siswa baru dilaksanankan melalui tes seleksi yang dikoordinir oleh MKKS Kecamatan Bantul.Jumlah Pendaftar di SMP 4 Bantul dengan sistem terakhir ini ternyata leebih banyak peminatnya dibanding dengan SMP Negeri lain di kecamatan Bantul.
Siswa dibebaskan untuk memilih jurusan yang diinginkan (Jurusan Ketrampilan Pertanian atau Ketrampilan Kerajinan. Sebelumnya sisiwa diberi gambaran tentang materi, kegiatan teori dan praktek dari kedua jurusan tadi, sehingga anak dan orang tua wali ikut dalam penentuan jurusan.
Minggu, 28 Oktober 2007
Sejarah Singkat SMP 4 Bantul
SMP 4 Bantul adalah sekolah SMP Negeri di Bantul yang merupakan satu-satunya sekolah yang menerapkan atau melaksanakan Program Keterampilan yakni Program Keterampilan Pertanian dan Keterampilan Kerajinan sebagai muatan lokalnya.
Walaupun kondisi yang demikian minim secara fisik atau bangunan tetapi sekolah ini memiliki kelebihan dibanding dengan sekolah lain yakni peralatan praktik keteramplan pertanian dan kerajinan walaupun belum memenuhi persyarataan untuk kegiatan pembelajaran. Tetapi masih kekurangan sarana dan prasarana untuk Kegiatan Belajar Mengajar.
SMP 4 Bantul mempunyai sumber daya manusia yang telah mencukupi dilihat dari jumlah dan kemampuannya. Program Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah SMP 4 telah menerapkan semampunya dengan harapan input, proses dan out put dari kegiatan proses belajar mengajar dapat meningkat mutu pendidikan dibanding tahun sebelumnya baik secara kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan.
Walaupun kondisi yang demikian minim secara fisik atau bangunan tetapi sekolah ini memiliki kelebihan dibanding dengan sekolah lain yakni peralatan praktik keteramplan pertanian dan kerajinan walaupun belum memenuhi persyarataan untuk kegiatan pembelajaran. Tetapi masih kekurangan sarana dan prasarana untuk Kegiatan Belajar Mengajar.
SMP 4 Bantul mempunyai sumber daya manusia yang telah mencukupi dilihat dari jumlah dan kemampuannya. Program Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah SMP 4 telah menerapkan semampunya dengan harapan input, proses dan out put dari kegiatan proses belajar mengajar dapat meningkat mutu pendidikan dibanding tahun sebelumnya baik secara kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan.
Hal ini akan sangat mendukung program peningkatan mutu dalam pendidikan dan program wajar dikdas 9 tahun yang digalakkan oleh pemerintah Daerah dalam peningkatan mutu sekolah dan penerapan KTSP perlu didukung dengan adanya sarana dan prasarana sekolah, untuk itu SMP Negeri 4 Bantul ingin lebih meninkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menambah ruang kelas baru yang sangat mendukung sekali, karena dengan adanya sarana dan prasarana tersebut Kegiatan Belajar mengajar akan lebih lancar dan tertib. Hal ini tidak terlepas dengan adanya dukungan antara siswa, orang tua, guru, karyawan, masyarakat dan instansi terkait.
Langganan:
Postingan (Atom)



